• Hubungi Kami(024) 7611512
  • Login
"Literasi bukan hanya tentang membaca, menulis, dan memahami. Ini tentang budaya, profesionalisme, dan pandangan sosial." – Taylor Ellwood

GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

  1. Tujuan Gerakan Literasi Sekolah di SDN Purwoyoso 03 meliputi 
  1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di SDN Purwoyoso 03
  2. Membantu meningkatkan pengetahuan siswa melalui kegiatan membaca, menulis, menyimak, mendengarkan, dan mengamati.
  3. Meningkatkan keterampilan siswa dalam mengambil kesimpulan dari informasi yang dibaca atau disampaikan oleh Guru.
  4. Membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti dan nilai kepribadian siswa melalui kegiatan literasi
  5. Meningkatkan kreatifitas warga sekolah
  1. Strategi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah

Agar sekolah mampu menjadi garis depan dalam pengembangan budaya literasi strategi yang digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi

Lingkungan fisik adalah hal pertama yang dilihat dan dirasakan warga sekolah. Oleh karena itu, lingkungan fisik perlu terlihat ramah dan kondusif untuk pembelajaran. Sekolah yang mendukung pengembangan budaya literasi sebaiknya memajang karya peserta didik dipajang di seluruh area sekolah, termasuk koridor, kantor kepala sekolah dan guru. Selain itu, karya-karya peserta didik diganti secara rutin untuk memberikan kesempatan kepada semua peserta didik. Selain itu, peserta didik dapat mengakses buku dan bahan bacaan lain di Sudut Baca di semua kelas, kantor, dan area lain di sekolah. Ruang pimpinan dengan pajangan karya peserta didik akan memberikan kesan positif tentang komitmen sekolah terhadap pengembangan budaya literasi.

  1. Mengupayakan lingkungan sosial dan afektif sebagai model komunikasi dan interaksi yang literat

Lingkungan sosial dan afektif dibangun melalui model komunikasi dan interaksi seluruh komponen sekolah. Hal itu dapat dikembangkan dengan pengakuan atas capaian peserta didik sepanjang tahun. Pemberian penghargaan dapat dilakukan saat upacara bendera setiap minggu untuk menghargai kemajuan peserta didik di semua aspek. Prestasi yang dihargai bukan hanya akademik, tetapi juga sikap dan upaya peserta didik. Dengan demikian, setiap peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh penghargaan sekolah. Selain itu, literasi diharapkan dapat mewarnai semua perayaan penting di sepanjang tahun pelajaran. Ini bisa direalisasikan dalam bentuk festival buku, lomba poster, mendongeng, karnaval tokoh buku cerita, dan sebagainya. Pimpinan sekolah selayaknya berperan aktif dalam menggerakkan literasi, antara lain dengan membangun budaya kolaboratif antarguru dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, setiap orang dapat terlibat sesuai kepakaran masing-masing. Peran orang tua sebagai relawan gerakan literasi akan semakin memperkuat komitmen sekolah dalam pengembangan budaya literasi.

  1. Mengupayakan sekolah sebagai lingkungan akademik yang literat

Lingkungan fisik, sosial, dan afektif berkaitan erat dengan lingkungan akademik. Ini dapat dilihat dari perencanaan dan pelaksanaan gerakan literasi di sekolah. Sekolah sebaiknya memberikan alokasi waktu yang cukup banyak untuk pembelajaran literasi. Salah satunya dengan menjalankan kegiatan membaca dalam hati dan guru membacakan buku dengan nyaring selama 15 menit sebelum pelajaran berlangsung. Untuk menunjang kemampuan guru dan staf, mereka perlu diberikan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan tenaga kependidikan untuk peningkatan pemahaman tentang program literasi, pelaksanaan, dan keterlaksanaannya.

  1. Parameter untuk membangun budaya literasi sekolah adalah sebagai berikut.
    1. Mengidentifikasi kebutuhan sekolah dengan mengacu pada kondisi pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimal.
    2. Melaksanakan tahapan kegiatan GLS yang meliputi pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran.
    3. Melaksanakan pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.
    4. Memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah dengan maksimal untuk memfasilitasi pembelajaran.
    5. Mengelola perpustakaan sekolah dengan baik.
    6. Menginventarisasi semua prasarana yang dimiliki sekolah (salah satunya buku).
    7. Melaksanakan kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran bagi seluruh warga sekolah.
    8. Mengawasi dan mewajibkan peserta didik membaca sejumlah buku sastra dan menyelesaikannya dalam kurun waktu tertentu.
    9. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang melibatkan orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap literasi agar perlakuan yang diberikan kepada peserta didik di sekolah bisa ditindaklanjuti di dalam keluarga dan di tengah masyarakat.
    10. Merencanakan dan atau bekerja sama dengan pihak lain yang melaksanakan berbagai kegiatan GLS.
    11. Melakukan monitoring dan evaluasi hasil pelaksanaan program dan kegiatan GLS yang dilaksanakan.
    12. Membuat rencana tindak lanjut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan GLS.
  2. Kegiatan Literasi di SDN Purwoyoso 03
  • Literasi Baca Tulis
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 Membaca 15 menit sebelum pelajaran (one day one ride) kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah setiap hari senin – jumat sebelum pelajaran dimulai untuk meningkatkan kemampuan literasi setiap senin-jumat
2 KECAP (kamis Membaca Senyap) kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah setiap hari kamis pagi di halaman sekolah. setiap kamis pagi
3 Gerakan menulis dan membuat karya mading kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa. Siswa membuat mading setiap satu minggu sekali

setiap jumat

4 Unjuk Kemampuan dilaksanakan oleh siswa dari kelas I-VI dengan menunjukkan keberanian tampil literasi di depan semua warga sekolah pada hari kamis pagi setelah kegiatan membaca senyap setiap kamis pagi
5 Penyematan PIN teladan/Prestasi Penyematan PIN diberikan kepada peserta didik yang berprestasi/telah melakukan unjuk kemampuan.Setiap siswa yang mendapat PIN mampu menjadi teladan bagi lingkungannya setiap kamis pagi
  •  Literasi Numerasi
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 permainan tradisional congklak dan engklek Kegiatan ini dilakukan pada saat jam istirahat oleh siswa. saat jam istirahat
2 Jam kedatangan siswa dilakukan setiap mereka datang memasuki kelas masing-masing setiap pagi hari
  • Literasi Sains
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 Sains projek kegiatan penelitian terhadap lingkungan sekitar. setiap akhir tema
2 Produk makanan dan minuman dari hasil tanaman di sekitar sekolah Kegiatan ini adalah mengolah hasil tanaman di sekitar sekolah yang sebelumnya siswa diajak untuk menanam beberapa tanaman. Hasil olahannya berupa minuman cincau, telang, dan minuman sereh di akhir bulan
3 Praktek sains sederhana kegiatan ini dilakukan oleh siswa dengan membuat teknologi sederhana di kelas dan sekolah. setiap tema
  • Literasi Finansial
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 Kantin kejujuran satu program pengembangan literasi sekolah dengan melatih kejujuran siswa dalam berhitung di kantin sekolah saat jam istirahat
2 Market day praktek wirausaha pada siswa mulai dari membuat produk, membuat pamphlet, pemasaran/ penjualan, serta menghitung keuntungan yang diperoleh di tema
  • Literasi Digital
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 pembuatan media pembelajaran PPT dan Video pembuatan media pembelajaran PPT dan Video oleh peserta didik untuk melatih kemampuan TIK setiap hari selasa
  • Literasi Budaya
No Jenis Kegiatan Uraian Kegiatan Waktu
1 ASSEM dan ASEP pembiasaan pada siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan mengambil sampah sebelum masuk kelas dan sebelum pulang sekolah sebelum masuk kelas dan sebelum pulang
2 Pembiasaan 6S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Sumeh) Kegiatan ini merupakan pembiasaan setiap pagi ketika memasuki gerbang sekolah dan pembiasaan selama berada dalam lingkungan sekolah setiap hari
3 SIRAMA/ Siram Aku kegiatan menyiram tanaman yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah setiap hari